Category Archives: puisi

Tatkala Subuh Jasad Sekuat Nyawa

Subuh ke pasar lah aku. Berkah gerimis mungkin melaju. Aduk bercampur aneka bau. Varian pangan pamer mempesta. Makhluk-makhluk berbalas suara. Di atas pondasi berembun lah tanah lagi berbasah. Di bawah atap yang belum membiru. Tak lama lagi hiruk-pikuk diramu. Maka … Continue reading

Posted in puisi | Tagged , , , | Leave a comment

Mimpi yang Paling Tinggi

Mimpi yang paling tinggi adalah rupa di ujung semesta, apa ini? Itu daerah kisaran dalam hati. Yang jika dilihat makin ingin dilihat. Dan jika dikunjungi makin ingin dikunjungi. Yang bertitik paling dalam yang terhenti di kemurnian ikhlas mencintai Dia. Nafsu … Continue reading

Posted in puisi | Tagged , , , | Leave a comment

Demikian Aku Sempat Minta Ampun

Ibu yang terkasih di hatiku. Kasih yang sering kabur karena berselimut asap pekat abu-abu. Sangat berbeda dengan perkataanmu di dalam hati. Di saat malam dingin,”anakku yang terkasih di mana kau sekarang, ingin ku menyelimutimu dengan kain hangat ini”. Aku yakin … Continue reading

Posted in puisi | Tagged , , , , | Leave a comment

Sinaps Neuron

Grup mikro listrik, berbaris, kompleks, rapi. Bersatu berdaya penuh, kuat. Meluap bercahaya terang, cepat. Konektor-Konektor memberi kepercayaan dalam relasi kompleks. Relasi ini tak sudi putus. Listrik itu tak bilang “Jauh nian jalan kita”! Tapi ia bilang “Sudah jauh kita berjalan”! … Continue reading

Posted in puisi | Tagged , , , | Leave a comment

Ia Ber-perikebeningan

Air Tak Letih. Tak letih menyeruput segelas dirinya. Air untukku. Bening airnya. Air yang berperi-kebeningan. Aroma khas yang berperi-kearomaan. Tiadalah ucapannya selain “ku berikan untuk mu”. Padahal aku menodainya, dengan sampah seolah berkembangbiak, di Sungai, layar sampah terkembang, di Danau, … Continue reading

Posted in puisi | Tagged , | Leave a comment