Mahasiswa Jambi Menasehati Jokowi-JK Sebab Tak Pro Rakyat

Mahasiswa Jambi Menasehati Jokowi JK karena Tak Pro Rakyat (28/03/15)

Mahasiswa Jambi Menasehati Jokowi JK karena Tak Pro Rakyat (28/03/15)

Ada baiknya menyimak terlebih dahulu khutbah jum’at (27/03/15) dari Ustadz Mustofa di Masjid Nurul Huda Bangko, Merangin, Jambi sebagai berikut.

Dalam surat Al-‘Ashr Allah bersumpah demi waktu. Waktu selalu maju, tidak mendur. Oleh sebab itu Allah bersumpah demi waktu.

Kehidupan dilalui fase demi fase: anak, remaja, dewasa, tua. Ada yang sampai masa tua hidupnya. Ada yang sebelum tua telah dipanggil Allah. Oleh itu, kita harus menyiapkan diri untuk kehidupan yang abadi. Hai orang yang beriman, janganlah kamu mati sebelum beriman. Persiapkan diri untuk hari esok.

Kita harus pandai me-manage waktu. Dalam Al ‘Ashr orang yang merugi adalah yang tidak pandai me-manage waktu. Yang kedua, orang yang tidak beriman. Manusia, Allah ciptakan dan manusia punya tujuan untuk mengabdi kepada Allah. Apapun aktivitas tidak lain untuk mengabdi kepada Allah, bukan sekadar menghabiskan waktu.

Allah menjadikan khalifah di bumi yang akan mengelola bumi sebaik-baik manfaat bagi kehidupan. Kemudian setelah ajalnya tiba manusia dimintai pertanggungjawabannya kepada Allah.

Allah mewanti-wanti agar tidak manusia itu, terlena dengan dunia. Ingatlah sebaik-baik modal adalah iman. Iman perlu kita jaga kemurniannya. Tidak ternodai dengan kesyirikan yang menghancurkan segala amal.

Yang ketiga orang yang rugi adalah orang yang tidak beramal sholeh. Tidak cukup dengan ucapan saja, tapi harus dengan tindakan juga. Misal sholat, puasa, zakat, berhaji. Dan tidak mungkin orang yang sholatnya benar, terbiasa berlaku mungkar. Amal sholeh adalah wujud keimanan.

Yang keempat, yang rugi adalah yang tidak saling menasehati. Kita sebagai manusia apapun mereknya , kita mungkin pernah terlena, tentu kita butuh nasihat. Lalu apakah orang yang pendidikannya tinggi tidak perlu nasihat, atau apakah tokoh agama tidak butuh nasihat? Tentu saja mereka juga perlu nasihat.

Marilah kita introspeksi apakah kita masuk karakter orang yang beruntung!

Khutbah tersebut sepertinya terkait demonstrasi mahasiswa yang menyampaikan pesan kepada Jokowi-JK. Pemerintah tak pro rakyat. Dapat ditafsirkan bahwa mahasiswa menasehati pemimpin negara ini. Jika mahasiswa yang demonstrasi mengganggu ketertiban lalu lintas secara berlebihan memang merupakan kekeliruan. Tapi, harap tidak salah tafsir, mahasiswa tertentu ikut menjaga ketertiban lalu lintas sambil demonstrasi.

Orang yang membenci demonstrasi mahasiswa, dikhawatirkan hati orang tersebut sedang keruh. Kenapa? Kadang mahasiswa-baik dianggap perusuh jika suasana hati orang yang melihtanya itu sedang keruh. Seperti sedang sakit gigi, orang lain bisa disalahkan.

read more:

Khutbah Ustadz Mustofa

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Artikel and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s