Legenda: Asal-Usul Raja Negeri Jambi

Wilayah Jambi Sekarang

Dengan semakin ramainya penduduk dan meningkatnya kebutuhan hidup maka 5 desa dalam lingkup Negeri Jambi menginginkan seorang pemimpin yang akan menjadikan Nngerinya lebih teratur. Setelah musyawarah mereka memutuskan ingin pemimpin yang pling kuat di antara mereka yakni desa Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo dan Batin Duo Belas.

Maka diadakanlah ujian yang pesertanya adalah wakil masing-masing desa itu. Ujian ada 4 berurut-urut:

(1) dibakar, kemudian

(2) direndam dalam air mendidih 7 jam, kemudian

(3) dijadikan peluru meriam dan ditembakkan, kemudian

(4) digiling dengan kilang besi (penggiling besar berbahan besi).

Karena para wakil (calon raja) itu gagal semua di ujian ke-4 maka masyarakat kemudian musyawarah lagi.

Disepakati, mereka mencari raja ke luar negeri. Mereka menempuh perjalaan ke ujung sumatera kemudian menjelajahi samudera hingga tiba di Keling (daerah di India). Mereka mencari hingga bertemu dengan seseorang dan menawarkan agar ikut ujian.

Ketika menghadap wujud ujian di depan matanya orang Keling itu tidak gentar. Tidak sedikitpun keraguan untuk memulai langkah pertama. Tidaklah ketakutan menguasai dirinya. Dia mampu mengendalikan ketakutannya menjadi salah satu sumber kekuatannya.

Ketika dibakar, bulu dan rambutnya masih utuh, ketika direndam dalam air mendidih ia pun masih hidup, ujian ke-3 pun ia lolos. Masyarakat yang menyaksikan mulai hening, penasaran apa yang akan terjadi pada orang dari Keling ini. Ketika jari-jari tangannya ia mulai masuk ke penggilingan karena penggilingan berputar dan menarik orang tersebut. Masyarakat tidak berkedip sedikit pun dan kejadian terjadi begitu cepatnya. Malah, kilang besi penggiling itu hancur berkeping-keping.

Singkat kisahnya, ia pun menjadi raja Negeri Jambi.

Apakah pesan dari legenda ini?

(1) jangan putus asa: masyarakat dalam legenda ini pantang menyerah untuk mencari pemimpin ketika sudah memutuskan dengan bulat.

(2) kuatkan kesabaran: seandainya tidak sabar maka masyarakat tidak mencapai tujuanya. Masyarakat sabar dalam perjalanan daratan yang jauh ke ujung Sumatera. Sabar dalam menempuh jalur laut yang bergelombang menuju daerah India. Sabar itu menyertai perjalanan yang sangat jauh.

(3) pemimpin yang kuat secara lahir dan bathin sangat dibutuhkan untuk suatu negeri yang menginkan kedamaian setelah membentuk negeri yang teratur. Masyarakat sampai rela dan mendahulukan kepentingan mencari orang yang paling kuat bahkan diluar garis keturunan mereka.

(4) musyawarah untuk mufakat adalah jalan yang sangat tepat dan benar dalam menghindari keputusan yang merugikan.

(5) pemimpin dari dalam negeri harus didahulukan.

Read more:

http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/62-Asal-Usul-Raja-Negeri-Jambi

Image source:

http://www.bakosurtanal.go.id/assets/News/gempasumbar2009/provinsi/jambi.png

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Artikel and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s