Ini Ada Hubungannya Dengan Anies-YM?

ab-ym

Kawar Brahmana menulis:

Tuhan, Allah  itu sebenarnya tidak terpikirkan istilah Hindunya Acyntia walau ada kitab suci yang menjelaskannya, kita hanya mencoba menafsir-tafsirkannya saja. Maka menurut Sai Baba, pengetahuan manusia tentang Tuhan kalau Tuhan itu diibaratkan dengan Samudera yang luas, orang yang berbicara tentang Tuhan tidak akan pernah sempurna mengungkapannya. Manusia membicarakan tentang Tuhan ibarat mengambil air dari Samudera luas, orang hanya dapat membawanya sebanyak yang dapat dia bawa ke pantai. Manusia tidak akan pernah mampu membawa semua air yang ada di samudera ke pantai. Demikian juga halnya dengan pengetahuan manusia tentang Tuhan. Manusia hanya dapat mengetahui dan memahami tentang Tuhan itu, sebanyak seperti dia membawa air dari samudera ke pantai. Apapun yang dikatakan manusia tentang Tuhan, hanya sedikit yang dia ketahui, hanya sedikit yang dapat dipahaminya tentang Tuhan, masih banyak yang belum dan tidak diketahui manusia  tentang Tuhan dan Ciptaannya.

Respon 1:

Ya benar, jadi kita berpegang hanya kepada informasi dari-Nya tentang sifat/zat-Nya. tapi, ada ranah yang mana kita menggunakan akal. Sehingga bukan berarti kita tidak boleh berpikir.

Kawar Brahmana menulis:

Kemudian dalam bayangan saya Tuhan, Allah  atau apalah namanya bukan pendendam. Kalau Tuhan, Allah  tidak suka dengan perilaku manusia, pasti dengan sekejap saja manusia yang tidak dia sukai Tuhan, Allah  tersebut “menderita” (entah mati, entah sakit dan sebagainya).

Respon 2:

Artinya Anda menafsirkan Tuhan dengan pikiran Anda. Coba buka kitab Anda! Kita mendasarkan kepada keterangan dari Tuhan. Tuhan itu Maha Adil. Kalau tidak kelihatan keadilan itu di dunia, maka keliahatannya di akhirat nanti.

Kawar Brahmana menulis:

Maka sebenarnya Tuhan, Allah  tidak takut kepada siapapun yang ada di dunia ini. Tuhan tidak takut sama ateis, tidak takut sama PKI,  tidak takut kepada seitan/iblis, Tuhan, Allah    tidak takut dengan rok mini, Tuhan, Allah  tidak takut dengan peremuan duduk ngangkang, Tuhan, Allah  tidak takut dengan miras,  tidak takut dengan judi,  tidak takut dengan pelacuran, tidak takut dengan syaitan, tidak takut dengan iblis, tidak takut dengan wanita berpakaian ketat dan sebagainya.

Respon 3:

Benar Tuhan berkuasa atas segala sesuatu.

Kawar Brahmana menulis:

Kalau kita tidak percaya kepada Tuhan, Allah  seperti  yang ditulis di dalam Kitab Suci,  orang yang tidak percaya akan dimasukkan ke dalam neraka, berarti Tuhan itu pendendam.  Ini bertolak belakang dengan pernyataan yang selalu disebut Tuhan, Allah  itu Maha Penyayang, Maha Pengasih.

Respon 4:

Lagi-lagi Anda menafsirkan dengan akal, tentang sifat/zat Tuhan. Bukankah Anda sudah menyadari di awal bahwa zat/sifat Tuhan tidak sanggup kita menafsirkannya?

Kawar Brahmana menulis:

Bila Tuhan, Allah memang benar-benar menggenggam manusia melalui kitab suci yang diturunkannya, tidak akan ada yang namanya moderenisasi, tidak akan ada yang namanya kemajuan dalam bidang transportasi, tidak akan ada yang namanya kemajuan dalam bidang komunikasi, tidak akan ada yang namanya kemajuan dalam bidang kesehatan dan lainnya, yang ada adalah kestatisan.

Respon 5:

Berdasar info dari-Nya (kitab suci). Yang penting kita memahami kebaikan diganjar 10 kali lipat. Sedangkan keburukan tidak. Orang baik lebih bahagia (sehat fisik, finanisal cukup, batin tenteram, hidup dalam dinamika). kita tak tahu masa depan, kecuali berdasarkan info dari-Nya. Maka kenapa Anda terburu-buru menyimpulkan hidup ini statis.

Kawar Brahmana menulis:

Di sini fungsi iman menjadi penghalang bagi pemikiran yang lebih dalam tentang banyak hal. Di sini isi atau aturan dalam kitab suci tidak menyumbang demi stabilitas sosial yang dinamis tetapi demi satu atrofia (pertumbuhan berhenti).

Respon 6:

Darwinisme mirip pemikiran Anda. Terkungkung dalam materialism. Sehingga tidak melihat yang tersirat dari yang tersurat. Anda Tanya aja ke dalam diri anda, Anda bahagia atau nngak dengan pemikiran Anda?

Kawar Brahmana menulis:

Karena itu Tuhan, Allah  tidak takut kepada siapapun yang ada di dunia ini. Tuhan, Allah  tidak takut sama ateis, tidak takut sama PKI,  tidak takut kepada seitan/iblis, Tuhan, Allah    tidak takut dengan rok mini, Tuhan, Allah  tidak takut dengan peremuan duduk ngangkang, Tuhan, Allah  tidak takut dengan miras,  tidak takut dengan judi,  tidak takut dengan pelacuran, tidak takut dengan syaitan, tidak takut dengan iblis.

Respon 7:

Tuhan berkuasa atas semuanya. Itu info dari-Nya.

Kawar Brahmana menulis:

Namun bila atheis, PKI,  setan/iblis, rok mini, perempuan duduk ngangkang, miras,  judi,  pelacuran, syaitan, iblis, wanita berpakaian ketat dan sebagainya tidak sesuai dengan kepatutan sosial, masih bisa diterima akal sehat.

Respon 8:

Sehat gimana? Itu semua keburukan yang akan memancing pelaku-pelaku kebaikan. Kebaikan berbuah 10 kali lipat.

Kesimpulan:

Tiap orang terhadap Tuhan tergatung kepercayaan. Sebagaimana Anda terhadap sahabat Anda tergantung kepercayaan, sehingga kadang Anda tak perlu mengecek kebenaran perkataaan sahabat Anda. Anda kadang cuma yakin, tanpa mengecek. So, kepercayaan itu mahal. Tampaknya anugerah dari Tuhan.

http://indonesiana.tempo.co/read/27261/2014/12/14/mahenunja/ini-ada-hubungannya-dengan-kontroversi-anies-ym

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Artikel and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s