Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 8/End)

Hikmah mempelajari sejarah uang:

Kelihatannya Koperasi memiliki masa depan yang bagus.

Kita harus berinvestasi emas, berkebun, bertani, berternak dan yang sejenisnya. Sebab risiko kolaps bagi uang kertas sangat tinggi.

Tidak akan puas kita jika memenuhi ‘pernak-pernik dunia’ ke dalam ‘perut’ kita. Takkan puas kecuali jika kita pandai bersyukur.

Kita mesti mengintensifkan membaca dan memiliki perpustakaaan pribadi, khususnya tentang sejarah. Geografi tidak lupa daratan, Sastra bikin jiwa bermekaran, (sehingga) Sejarah bikin hidup punya tujuan.

Dibutuhkan kesabaran dalam mengelola masalah-masalah pelik.

Hati-hati lah melegalkan sesuatu, boleh jadi keputusan kita malah ‘mengurung’ orang lain dalam keterpurukan dan makin berantakan.

Dibutuhkan orang-orang yang berani membela rakyat di atas kebenaran agar banyak orang tidak dikendalikan oleh orang-orang Rakus/Penipu.

Perilaku agnostik cenderung berkaitan dengan kerakusan/ketamakan kepada duniawi.

Tanamankan jiwa rela berkorban. Jadilah orang yang melayani plus berwawasan luas dan tinggi bukan menjadi orang yang melayani tapi wawasan sempit dan rendah. Bukan pula menjadi orang yang cuma mau dilayani.

Berhati-hati lah dan mawas diri.

Intinya jaga selalu: agama, akal, jiwa, harta, generasi, dan harga diri.

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Artikel and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s