Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 3)

Supaya nyambung coba kembali ke “Uang: Jokowi, Prabowo Pun Tertipu Puluhan Tahun (Bag. 1 & 2)”. Berikut ini adalah apa yang tertulis dalam buku yang berjudul “Masa Lalu Uang dan Masa Depan Dunia yang diterbitkan Pustaka Pohon Bodhi. Makna yang sejalan dengan buku itu adalah sumber primer yakni di website hiddenmysteries.org. Jadi tidak bermaksud ini tulisan sebagai plagiat. Ini menyambung tulisan sebelumnya. Yok kitas simak lanjutannya!

Sebagian orang mulai menyadari untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya, dan mereka pun elanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian.

Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka, tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal yang mustahil bagi masyarakat ini untuk bisa melunasi hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah diedarkan.

Memang benar Fabian sendiri juga membuat koin untuk dirinya-sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat, namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di masyarakat.

Di dalam toko emasnya, fabian memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk disimpan. Fabian akan menagiih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan untuk orang-orang tersebut. Sebagai buktii atas deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.
9-vault1x1
Orang-orang yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas.
10-hands1x1
Tak lama kemudian, Fabian menemukan bahwa kebanyakan orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya.

Dia pun berpikir, “Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai tuakng emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Ada ribuan orang di luar sana yang akan membayarkan bunga kepada saya atas koin-koin emas yang mereka titipkan kembali kepada saya yang bahkkan tidak mereka tukarkan kembali.”

Memang benar, emas-emas mereka bukan milikki, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan koin-koin yang dititipkan kepadaku.

Mulanya Fabian sangat hati-hati, da hanya meminjamkan sebagia kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya. Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam jumlah yang lebih besar.

Suatu hari, seseorang mengajukan pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya “Daripada membawa koin emas dalam umlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.” Orang itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa meminjamkan emas kepada orang sambil mmpertahankan emas di gudangnya sendiri.

Baik teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi, Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang sebenarnya dia miliki. Segalanya akan baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka kepada Fabian.

Fabian memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang. Bisnis simpan-pinjam ini benar-benarsangat menguntungkan baginya.
10-debt1x1
Status sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat kekayaannya. Dia mulai menjadi orang penting, dia harus dihormatik. Di dunia finansial, kata-katanya adalah ibarat sabda suci.

Tukang emas dari kota lain mulai penasaran tetnag rasasia Fabian dan usatu hari mereka pun mengunjunginya. Fbian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan kepada mereka pentingnyya kerahasiaan dari sistem ini.
11-gang1x1
Seandainya skema ini terekspos, bisnis merekka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat untuk menaga kerahasiaan bisnis ini.

Masing-masing tukang emas ini kembali ke kota mereka dan menjalankan operasi seperti yang diajarkan oleh Fabian.

Orang-orang menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali keada Fabian. Ketika seorang pedagang ingin membayar kepada pedagang lannya, mereka bisa menuliskan sebuah intruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa menit. Sistem ini menjadi sangat populer, dan kertas intruksi ini pun mulai dikenal dengan sebutan “cek”.

Pada suatu malam, para tukang emas dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian mengajukan sebuah rencana baru. Besok harinya mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, “Kertas kwitansi kami telah menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!”

Para anggota pemerintah pun mulai hawatir. “Apa yang bisa kami lakukan?” tanya mereka. Jawaban Fabian, “Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang kertas ini harus ditandatangani oleh gubernur. Kami para tuakng emas akan dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan emnghemat banyak waktu kami untuk menulis kwitansi.” Para anggota peerintah berpikir, “Ya, memang kewajiban kami untuk melindungi masyarakat dari pemalsuan uang dan nasehat dari Fabian ini kedengarannya memang masuk akal.” Dan mereka pun setuju untuk mencetak uang kertas ini.
20-banknote1x1

Bersambung…

Referensi:
Ellis Taylor et al. Tanpa Tahun. http://www.hiddenmysteries.org.
Anonim. 2007. Masa Lalu Uang dan Masa Depan Dunia. Pustaka Pohon Bodhi.

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in esai and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s