Memancarkan Cahaya

Mungkin banyak orang berani dan tidak berpikir untuk menceritakan kesalahan orang lain.
Dan sedikit orang berani dan tidak berpikir untuk menceritakan kesalahan dirinya.
Bukan berarti hal ini menjadi dasar untuk tidak menegur/mengingatkan/mencegah yang batil, tetapi keseimbangan amalan ucapan seseorang memancarkan cahaya yang dengan demikian kita memaklumi dan menerima apa yang dinasehati seseorang itu kepada kita.
Namun terkadang perlu waktu lama (kesabaran) bagi seseorang agar apa yang dinasehati diterima.
Ini terjadi karena cahaya akan semakin jelas dan tidak dapat ditolak akibat semakin jauh jaraknya terhadap gelapnya hati (untuk mendapatkan petunjuk).

By Mahendra
Jambi, 30 Oktober 2011

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Sastra and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s