Demikian Aku Sempat Minta Ampun

Ibu yang terkasih di hatiku.
Kasih yang sering kabur karena berselimut asap pekat abu-abu.

Sangat berbeda dengan perkataanmu di dalam hati.
Di saat malam dingin,”anakku yang terkasih di mana kau sekarang, ingin ku menyelimutimu dengan kain hangat ini”.
Aku yakin engkau bilang seperti itu karena terlihat dari air matamu ketika kita mulai berpisah.
Berpisah untuk harapan masa depan yang indah.

Bahkan engkau sangat mulia, maafkan aku, Ibu.
Aku tak ingin suatu saat, Ibu yang menyelimuti aku dengan kain kafan yang mengiringi kesedihan Ibu.

Jika ku kejar engkau, Ibu.
Dan benar-benar hampir engkau tak kulihat lagi.
Semoga Allah berkenan aku ada di sampingmu.
Ketika nyawamu hampir dipanggil ke hadirat Allah yang Maha Terpuji.
Demikian, aku sempat minta ampun, Ibu.

By Mahendra
Jambi, 22 September 2011

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in puisi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s