Hemat Gunakan Kertas dan Listrik Seperlunya

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM
Hemat Gunakan Kertas dan Listrik Seperlunya

Oleh: Mahendra_A1C408030 (Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi)

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pernah mengingatkan bahaya perubahan iklim dan pentingnya upaya untuk menekan pelepasan emisi.sementara, pertumbuhan industri otomotif merajalela memperjualbelikan kendaraan bermotor. Hal tersebut diperlihatkan dari populernya industri otomotif lewat iklan di televisi atau radio. Maklum, semua bekerja untuk mendapat penghasilan tak peduli itu karyawan atau bos.
Lumpur panas Lapindo di Porong, Sidoarjo Jawa Timur yang sudah berulang tahun yang ke-4 semakin parah, meluas jangkauannya hingga merusak jalur transportasi. Belum ada cara untuk mengatasi peristiwa itu. Apakah lumpur panas itu tidak berpengaruh terhadap suhu bumi? Atau pertanyaan lain, apakah lampu utama sepeda motor yang dihidupkan di siang hari (panas muncul dari cahaya lampu) tidak berpengaruh terhadap suhu bumi? Apakah penggunaan alat pengering pakaian yang basah saat dicuci adalah tindakan boros? Semua jawaban dari semua peretanyaan di atas adalah “ya”.
Kapan Jawa Timur tenggelam? Mungkin itu adalah sebuah ejekan. Soalnya kita bangsa Indonesia belum memiliki solusi untuk mengatasi masalah Lumpur tersebut.
Kita bisa menduga akan berlangsung terus menerus global warming dari panas akibat kegiatan manusia. Howard T. Odum dan John Wiley (1992) menyebutkan dalam bukunya yag berjudul Sistem Ekologi―radiasi dan panas adalah bagian yang senantiasa menonjol dari semua sistem. Di mana terdapat perbedaan suhu, terdapatlah energi potensial yang menggerakkan proses-proses. Di mana pun dunia, energi panas ditransformasikan ke dalam radiasi dan radiasi diserap, mentransformasikan energi itu menjadi panas.
Jadilah global warming lewat efek lumpur panas Lapindo, efek samping aplikasi UU nomor 22 tahun 2009 pasal 107 ayat 2―panas nyala lampu utama sepeda motor di siang hari, dan efek industri-industri yang belum tentu ramah lingkungan.
Global warming lagi “jalan-jalan” di tahun 2010 ini, seperti yang dikabarkan Tribun Jambi, “berdasarkan data BMKG Pekanbaru, sejak 1976 hingga 1996, suhu minimum di Pekanbaru masih antara 21 hingga 22,5 0C. Peningkatan agak tinggi terjadi tahun 1984 yang mencapai 22,7 0C. Setahun kemudian turun lagi. Namun saat ini, suhu minimum sudah jauh meningkat antara 24,5 hingga 26 0C. Sementara itu, suhu maksimum sebelum 1996 masih konstan berada di bawah 32,8 0C. Panasnya suhu di Pekanbaru akibat temperatur yang tinggi, disebabkan oleh efek perkotaan yang mempercepat pemanasan. Efek perkotaan adalah panas yang dihasilkan oleh aktivitas perkotaan seperti gas buangan maupun aktivitas industri. Selain itu, minimnya pohon rindang yang berfungsi menyerap karbondioksida mengakibatkan efek rumah kaca lebih tinggi sehingga panas yang dipantulkan ke bumi tidak bisa dipantulkan kembali ke angkasa.”
Bagaimana solusi terhadap permasalahan ini? Setidaknya perlu digarisbawahi “pengelolaan sumber daya alam”. Misal, memperbanyak penanaman pohon pada setiap rumah (green house), berlaku hemat, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Di sini penulis mengacu pada penghematan penggunaan kertas, sehingga ini membatasi masalah di atas. Bayangkan jika kondisi penggunaan kertas secara tidak efektif merajalela. Saat ini sejauh pengamatan penulis, terjadi beberapa kasus pemborosan pemakaian kertas seperti pada buku-buku skripsi yang jika dihitung aetengah dari halamannya adalah kosong melompong tanpa tulisan. Mari membayangkan seandainya ini terjadi terus-menerus. Ini menjadi suatu kesia-siaan sebab penyediaan kertas dari bahan kayu. Sementara jumlah pertumbuhan kayu belum mengimbangi kebutuhan akan kayu oleh manusia baik dalam bidang pembangunan rumah atau alat-alat perabotan rumah tangga. Suatu contoh pemborosan juga pada tindakan memfotocopi suatu bacaan yang terkadang hanya satu halaman yang dicopikan dalam satu lembar kertas sehingga salah satu sisinya adalah kosong melompong. Contoh lagi, charger tidak dilepaskan dari stop kontak setelah handpone selesai dicas. Penghematan energi memang “lumayan” mengurangi efek global warming secara tidak langsung.
Sempat terlontar lelucon, kertas itu berbahan baku dari kayu, kayu adaah penyusun pohon, semakin banyak memiliki dan membaca buku berarti berperan positif terhadap perusakan hutan dengan optimalnya penebangan pohon.
Di manakah letak benar dan salahnya peryataan di atas kalau bukan pada pemahaman konsep kelestarian lingkungan. Selama penebangan pohon diimbangi dengan penanaman pohon yang baru, dan selama pertumbuhan pohon mengimbangi (serasi) jumlah penebangan pohon maka tidak masalah.
Karena itu marilah kita berlaku hemat, hemat dan hemat.
(Ditulis 31 Mei 2010, Jambi)

Referensi
Anonim. 2010. “Suhu Minimum Dekati Suhu Kamar”. Dalam Tribun Jambi, 14 Mei
2010. Jakarta
ANTARA. 2010. Kemenhut dan PBB Tahan Laju Kerusakan Hutan. Jakarta
Odum, T. Howard dan John Wiley. 1992. Sistem ekologi: Suatu Pengantar. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.

Advertisements

About mahendros

jangan lupa, usahakan disiplin
This entry was posted in Karya Tulis and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s